di sujud malamku

dingin yang kian menghening,
bayang melambung luas
harapku terbang naik ke langit-Mu
duduk kubersimpuh, bawakan bait-bait doa yang resah

dalam sajadah luas terbentang
seluas hamparan kasih sayang-Mu
betapa kerdil dan kecilnya diri ini
mengharap kemaafan-Mu, kemurahan-Mu

kumenangis...air mata ini, air mata ini
adalah kehinaan hamba-Mu
kehinaan laku lampahku
kehinaan perasaanku

hati yang penuh dengan debu yang telah menggunung
ku coba menggali dan memahami
akankah sanggup kumeleburkannya
hanya dengan hati yang kosong!

ku menangis...
air mata ini kian membeku
tak sanggup ku pecahkan, tak sanggup ku selami

hati yang kian mengeras,
bagai batu dalam tumpukan kerikil
tak mungkin ku pahat dan ku ukir
dalam hampanya fikir, dengan hati yang kikir

dalam keheningan malam-Mu
dalam hamparan kemaha luasan rahmat-Mu
berilah kemudahan Yaa Rabbi...
untuk ku selalu mengingat-Mu

Yaa Illahi...hujamkan cahaya-Mu di qalbuku
agar ku bisa melunakan hati
agar ku dapat lebih memahami hakekat diri
lebih ikhlas menerima segala qadha dan qadhar-Mu
Yaa Illahi...ampuni aku..hamba-Mu yang penuh debu

Aamiin

4 Hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan






Waktu memiliki sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun dapat menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang bisa menghentikan waktu walau hanya sedetik.

Tanpa terasa bulan sekarang (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu pertanda bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin