Entahlah ini benar-benar karena kekuatan do'a atau memang jalan cerita hidup (takdir) ini memang begini.
Alhamdulillah.... akhirnya dia mulai mendekat pada-Nya... meski bukan karena aku... tapi aku sangat bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
Tidak... bukan secara tiba-tiba dia menjalaninya...
semua butuh proses.... dan tentunya ada asap lain yang menyebabkan semangat beribadahnya berkobar.
Sebelumnya, Aku hanya bisa bersabar setelah semua usaha untuk membujuknya tidak berhasil.. hampir putus asa... hingga keputusasaanku itu aku tuangkan dalam bait-bait doa pada tiap kelemahanku.
Semoga Tuhan memberikan Hidayah kepadanya entah dari jalan mana saja yang Engkau hendaki.
Aku bukan Nabi, bukan wanita shalehah, hanya seorang yatim piatu yang terlalu banyak dosa..
Doa itu tidak hanya ku ucapkan sekali. tapi aku tak sempat menghitungnya berapa banyak.
Hari itu dia terlihat teduh dan bersinar dengan sisa air wudhu di wajahnya.
Aku tak banayak bicara. Dalam hati aku memuji-Nya.
Dia pun menceritakanperubahan yang dia lakukan, bukan karena ada tragedi hanya sebatas pembicaraan dengan teman kuliahnya dulu tentang keimanan. (Padahal sebelum2nya, mulutku selalu nyerocos dengan banyak dalil dan kisah2)
Mungkin itu jalannya atau kekuatan doa??
Entahlah.... aku selalu bersyukur saat itu higga saat ini dan moga selamanya... aku selalu dapat meng-amiini setiap al-fatihahnya dalam setiap kesempatan. Menengadah bersama, walau aku tidak tahu apa yang dia minta, tapi aku yakin namaku dia sebut ditiap doanya..
Karena arah kita sama, pujian, pengakuan, dan doa kita sama tiap rakaat salat.
'Mencintai seseorang itu memang harus setulusnya, jika tidak seperti keidealan yang diinginkan, bersabarlah dengan doa dan usaha sewajarnya'
Alhamdulillah.... akhirnya dia mulai mendekat pada-Nya... meski bukan karena aku... tapi aku sangat bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D
Tidak... bukan secara tiba-tiba dia menjalaninya...
semua butuh proses.... dan tentunya ada asap lain yang menyebabkan semangat beribadahnya berkobar.
Sebelumnya, Aku hanya bisa bersabar setelah semua usaha untuk membujuknya tidak berhasil.. hampir putus asa... hingga keputusasaanku itu aku tuangkan dalam bait-bait doa pada tiap kelemahanku.
Semoga Tuhan memberikan Hidayah kepadanya entah dari jalan mana saja yang Engkau hendaki.
Aku bukan Nabi, bukan wanita shalehah, hanya seorang yatim piatu yang terlalu banyak dosa..
Doa itu tidak hanya ku ucapkan sekali. tapi aku tak sempat menghitungnya berapa banyak.
Hari itu dia terlihat teduh dan bersinar dengan sisa air wudhu di wajahnya.
Aku tak banayak bicara. Dalam hati aku memuji-Nya.
Dia pun menceritakanperubahan yang dia lakukan, bukan karena ada tragedi hanya sebatas pembicaraan dengan teman kuliahnya dulu tentang keimanan. (Padahal sebelum2nya, mulutku selalu nyerocos dengan banyak dalil dan kisah2)
Mungkin itu jalannya atau kekuatan doa??
Entahlah.... aku selalu bersyukur saat itu higga saat ini dan moga selamanya... aku selalu dapat meng-amiini setiap al-fatihahnya dalam setiap kesempatan. Menengadah bersama, walau aku tidak tahu apa yang dia minta, tapi aku yakin namaku dia sebut ditiap doanya..
Karena arah kita sama, pujian, pengakuan, dan doa kita sama tiap rakaat salat.
'Mencintai seseorang itu memang harus setulusnya, jika tidak seperti keidealan yang diinginkan, bersabarlah dengan doa dan usaha sewajarnya'






