Mencintai, rasanya seperti menerima anugerah yang luar biasa. Karna
ketika memandang orang lain, mendengar mereka berbicara, berada di dekat
mereka, menghabiskan waktu bersama mereka adalah hal yang biasa biasa
saja, tidak begitu jika denganmu.
Aku akan senang berpapasan denganmu di jalan, walau akhirnya kita hanya berbalas senyum, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Aku akan sangat terkejut dan mendadak beku ketika tiba tiba kamu muncul di hadapanku dan menyapaku.
Aku
akan gembira mendengar suaramu dan memancing agar kamu terus bicara
dengan kata kata yang membuatmu tertarik untuk bercerita, hanya supaya
telingaku bisa lebih lama mendengar suara indahmu.
Aku akan
berbahagia ketika bisa berdua saja denganmu. Walau hanya saling diam
satu sama lain, walau tidak ada hal hal penting yang dibicarakan, tapi
ada wajah sejuk yang bisa dipandang dan hawa damai yang bisa dirasakan.
Tidak ada penyesalan walau pernah berkata rindu, tapi tidak bisa mengekspresikannya ketika bertemu.
Dan
ketika kamu lebih memilih orang lain, siapa bilang aku akan kecewa?
Dari awal pun, aku tak pernah benar benar berusaha untuk memiliki apa
pun walaupun tentu saja aku akan sangat berterimakasih jika seandainya
kamu memutuskan aku sebagai pemilik hatimu. Tapi ketika ini tentang
cinta dan kamu, ini bukanlah soal kepemilikan, tapi soal rasa. Juga
bukan soal respon atau balasan, tapi tentang spontanitas dan ketulusan.
Bukan pula tentang status, tapi tentang kedekatan hati.
Percayalah,
tak ada yang perlu kau khawatirkan tentang rasaku padamu. Tentang kapan
aku bisa berhenti mencintaimu terus, tentang kapan aku akan mencintai
orang lain, dan tentang bagaimana aku menjalani hidup dengan cinta yang
masih belum berpindah tempat. Karna sekali lagi, mencintai adalah
anugrah. Selama aku masih bisa mencintai, aku masih bisa hidup dan lebih
baik lagi, aku bisa bahagia, karna tidak banyak orang di dunia ini yang
tau bagaimana rasanya mencintai.
Aku juga memang pernah berkata,
bahwa dicintai adalah karunia. Saat tidak dicintai, aku memang tidak
menerima karunia, tapi aku memberikannya kepada orang lain, yaitu kamu.
Karna kamu adalah orang yang dicintai olehku.
Sekali lagi,
jangan khawatir tentang aku. Karna aku yakin aku kelak akan menemukan
orang lain yang aku cintai yang juga mencintaiku, atau orang yang aku
cintai tapi tidak balik mencintaiku, seperti halnya kamu, atau tetap
mencintaimu sampai aku mati. Yang mana pun yang akan terjadi, aku akan
tetap bahagia.
Ini adalah rahasia, yang aku yakin kamu sudah tau tanpa perlu kuceritakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar